Minggu, 10 Oktober 2010

Gula sebagai Katalis Proses Produksi Biodiesel

Gula sebagai Katalis Proses Produksi Biodiesel


Peneliti-peneliti dari Jepang berhasil menemukan bahwa gula dapat dipergunakan sebagai katalisator dalam proses produksi biodiesel. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam majalah ilmiah terkemuka Nature edisi 438 tanggal 10 November 2005. Dalam penelitian tersebut terlebih dahulu dilakukan pirolisa gula pada suhu di atas 300 derajat Celsius untuk membentuk struktur karbonasi yang tidak sempurna, kemudian ditambahkan gugus sulfonat, dan akhirnya terbentuk struktur lembar karbon polisiklis aromatik berisikan gugus sulfonat. Senyawa inilah yang dijadikan katalis dalam produksi biodiesel. Dengan penemuan ini produksi biodiesel melalui proses transesterifikasi menjadi relatif lebih hemat biaya produksi.
Proses Transesterifikasi dan Produksi Biodiesel
Produksi biodiesel dari tumbuhan yang umum dilaksanakan yaitu melalui proses yang disebut dengan transesterifikasi. Transesterifikasi yaitu proses kimiawi yang mempertukarkan grup alkoksi pada senyawa ester dengan alkohol. Untuk mempercepat reaksi ini diperlukan bantuan katalisator berupa asam atau basa. Asam mengkatalisis reaksi dengan mendonorkan proton yang dimilikinya kepada grup alkoksi sehingga lebih reaktif.
Pada tanaman penghasil minyak, cukup banyak terkandung asam lemak. Secara kimiawi, asam lemak ini merupakan senyawa gliserida. Pada proses transesterifikasi senyawa gliserida ini dipecah menjadi monomer senyawa ester dan gliserol, dengan penambahan alkohol dalam jumlah yang banyak dan bantuan katalisator. Senyawa ester, pada tingkat (grade) tertentu inilah yang menjadi biodiesel. Dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel dari tumbuhan, biasanya digunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai katalisator reaksi kimianya.
Selain proses transesterifikasi, dalam produksi biodiesel juga melalui tahapan : pengempaan jaringan tanaman (misalnya biji) menghasilkan minyak mentah ; pemisahan (separator) fase ester dan gliserin ; serta pemurnian / pencucian senyawa ester untuk menghasilkan grade bahan bakar (biodiesel).
Gula, sebagai Katalisator Produksi Biodiesel, manfaat bagi Indonesia
Meskipun berbagai jenis bahan kimia dianggap cukup berhasil dipergunakan sebagai katalisator dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel, akan tetapi bahan-bahan seperti ini dianggap cukup mahal untuk dipergunakan dalam suatu proses produksi berskala besar. Di samping itu, limbah bahan-bahan kimia ini tentunya akan menjadi masalah lingkungan tersendiri.
Penggunaan gula yang telah diubah bentuknya cukup prospektif untuk dipergunakan sebagai katalisator proses transesterifikasi ini. Gula sebagaimana kita ketahui, merupakan senyawa organik yang limbahnya dapat didaur ulang. Selain itu, gula dianggap relatif lebih murah untuk dipergunakan untuk sebuah proses produksi berskala besar, dibandingkan bahan kimia asam sulfat atau asam dan basa lainnya.
Berita hasil penelitian ini tentunya cukup bermanfaat bagi Indonesia. Indonesia melalui koordinasi Menko Kesejahteraan Rakyat, saat ini sedang giat-giatnya mengkampanyekan pengembangan energi terbarukan ‘biodiesel’, terutama dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Salah satu BUMN yang cukup mendukung pengembangan biodiesel ini adalah PT. RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). Sebagai badan usaha yang mempunyai bidang usaha utama (core business) pada manajemen pabrik gula nasional, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan efisiensi produksi biodiesel, yaitu dengan menggunakan gula sebagai katalisator produksinya.

http://www.kamusilmiah.com/teknologi/gula-sebagai-katalis-proses-produksi-biodiesel/

Gula sebagai Katalis Proses Produksi Biodiesel

Gula sebagai Katalis Proses Produksi Biodiesel


Peneliti-peneliti dari Jepang berhasil menemukan bahwa gula dapat dipergunakan sebagai katalisator dalam proses produksi biodiesel. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam majalah ilmiah terkemuka Nature edisi 438 tanggal 10 November 2005. Dalam penelitian tersebut terlebih dahulu dilakukan pirolisa gula pada suhu di atas 300 derajat Celsius untuk membentuk struktur karbonasi yang tidak sempurna, kemudian ditambahkan gugus sulfonat, dan akhirnya terbentuk struktur lembar karbon polisiklis aromatik berisikan gugus sulfonat. Senyawa inilah yang dijadikan katalis dalam produksi biodiesel. Dengan penemuan ini produksi biodiesel melalui proses transesterifikasi menjadi relatif lebih hemat biaya produksi.
Proses Transesterifikasi dan Produksi Biodiesel
Produksi biodiesel dari tumbuhan yang umum dilaksanakan yaitu melalui proses yang disebut dengan transesterifikasi. Transesterifikasi yaitu proses kimiawi yang mempertukarkan grup alkoksi pada senyawa ester dengan alkohol. Untuk mempercepat reaksi ini diperlukan bantuan katalisator berupa asam atau basa. Asam mengkatalisis reaksi dengan mendonorkan proton yang dimilikinya kepada grup alkoksi sehingga lebih reaktif.
Pada tanaman penghasil minyak, cukup banyak terkandung asam lemak. Secara kimiawi, asam lemak ini merupakan senyawa gliserida. Pada proses transesterifikasi senyawa gliserida ini dipecah menjadi monomer senyawa ester dan gliserol, dengan penambahan alkohol dalam jumlah yang banyak dan bantuan katalisator. Senyawa ester, pada tingkat (grade) tertentu inilah yang menjadi biodiesel. Dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel dari tumbuhan, biasanya digunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai katalisator reaksi kimianya.
Selain proses transesterifikasi, dalam produksi biodiesel juga melalui tahapan : pengempaan jaringan tanaman (misalnya biji) menghasilkan minyak mentah ; pemisahan (separator) fase ester dan gliserin ; serta pemurnian / pencucian senyawa ester untuk menghasilkan grade bahan bakar (biodiesel).
Gula, sebagai Katalisator Produksi Biodiesel, manfaat bagi Indonesia
Meskipun berbagai jenis bahan kimia dianggap cukup berhasil dipergunakan sebagai katalisator dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel, akan tetapi bahan-bahan seperti ini dianggap cukup mahal untuk dipergunakan dalam suatu proses produksi berskala besar. Di samping itu, limbah bahan-bahan kimia ini tentunya akan menjadi masalah lingkungan tersendiri.
Penggunaan gula yang telah diubah bentuknya cukup prospektif untuk dipergunakan sebagai katalisator proses transesterifikasi ini. Gula sebagaimana kita ketahui, merupakan senyawa organik yang limbahnya dapat didaur ulang. Selain itu, gula dianggap relatif lebih murah untuk dipergunakan untuk sebuah proses produksi berskala besar, dibandingkan bahan kimia asam sulfat atau asam dan basa lainnya.
Berita hasil penelitian ini tentunya cukup bermanfaat bagi Indonesia. Indonesia melalui koordinasi Menko Kesejahteraan Rakyat, saat ini sedang giat-giatnya mengkampanyekan pengembangan energi terbarukan ‘biodiesel’, terutama dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Salah satu BUMN yang cukup mendukung pengembangan biodiesel ini adalah PT. RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). Sebagai badan usaha yang mempunyai bidang usaha utama (core business) pada manajemen pabrik gula nasional, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan efisiensi produksi biodiesel, yaitu dengan menggunakan gula sebagai katalisator produksinya.

http://www.kamusilmiah.com/teknologi/gula-sebagai-katalis-proses-produksi-biodiesel/

Sabtu, 09 Oktober 2010

Hasil Kerja 27 Tahun Lenyap dalam Sekejap

Hasil Kerja 27 Tahun Lenyap dalam Sekejap

Quantcast
ESTHER NURYADI, salah seorang nasabah Bank Century Cabang Kelapa Gading Jakarta sejak tahun 2002, kaget alang kepalang tatkala pada bulan November 2008 tidak bisa menarik dana yang tersimpan di bank tersebut. Hasil kerja selama 27 tahun berupa uang tabungan berbentuk deposito sebesar Rp 700 juta lenyap dalam sekejap.
Demikian penuturan Esther tatkala bersama beberapa nasabah Bank Century lainnya melakukan audiensi dengan Pimpinan Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I DPR-RI Senayan, Kamis siang (21/1). Sebanyak kurang lebih 15 orang nasabah Bank Century berasal dari Jakarta tersebut menyampaikan keluhan-keluhan dan harapannya kepada para wakil rakyat, dengan didampingi kuasa hukum nasabah Bank Century Prof DR OC. Kaligis.
“Bukti-bukti bahwasannya saya nasabah Bank Century lengkap. Ada buku tabungan, bilyet dan hasil print out tentang kemana larinya uang tersebut dari Bank Century yang dikeluarkan pada 24 November 2008. Namun saya  sia-sia mendapatkan kembali hak-hak saya. Dana hasil kerja selama 27 tahun. Saya bahkan di ping-pong untuk pengurusan dana milik sendiri tersebut mulai dari menemui pimpinan cabang, Bapepam dan Bank Indonesia. Lantas, kemana lagi saya musti mengadukan soal ini?” ujar Esther dengan nada tanya seraya menyerahkan bukti-bukti dimaksud kepada Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Setya Novanto.
Dikemukakan pula bahwa hingga kini  belum sepeser pun dana nasabah yang kembali. Untuk Jakarta, uang nasabah kecil yang digelapkan Bank Century sekitar Rp 300 miliar. Untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 1,4 triliun dari total nasabah sebanyak 1060 orang.
Sekretaris FPG DPR, Ade Komaruddin merespon aspirasi nasabah Bank Century tersebut, dengan berjanji akan mengusahakan rekomendasi melalui forum pengambilan keputusan yang ada di DPR, agar kerugian-kerugian yang dialami nasabah Bank Century ditanggung oleh negara. “Selain itu kami melalui anggota-anggota FPG yang ada di Pansus Century juga akan mempertanyakan masalah ini dengan memanggil pihak Badan Pengawas Penanaman Modal (Bapepam) dan Bank Indonesia (BI) terkait fakta-fakta yang masih tersembunyi soal Bank Century,”  tandas Ade.
Dari  unsur pimpinan FPG DPR, disamping Setya Novanto dan Ade Komaruddin turut hadir diantaranya  Azis Syamsuddin (Wakil Ketua Komisi III/anggota Pansus Century), Bambang Soesatyo (Anggota Pansus Century) dan Melchias Markus Mekeng (Anggota Pansus Century).
http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2010/01/21/hasil-kerja-27-tahun-lenyap-dalam-sekejap/

THE ART OF INFLUENCE PEOPLE

THE ART OF INFLUENCE PEOPLE

i
Rate This
Quantcast
Boy Hadi Kurniawan Salah satu kemampuan untuk memenangkan dan meraih sukses dalam pergaulan dan kehidupan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Kemampuan ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh para pemimpin-pemimpin sukses di seluruh dunia dan dalam sejarah kehidupan. Definisi kepemimpinan sendiri adalah seni dalam mempengaruhi orang lain. Artinya jika kita mampu mempengaruhi orang lain maka kita layak dan mampu menjadi pemimpin baik secara formal maupun non formal. Ketika kita memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, maka kita dapat menjadikan orang lain membantu kita dalam mencapai tujuan hidup kita. Kemampuan mempengaruhi ini penting untuk dimiliki agar kita sukses dalam menjalani profesi yang kita geluti. Apakah kita seorang guru, sales, politisi, pengusaha, pedagang, pembicara, dan sebagainya. Semua pekerjaan tadi menuntut anda untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan membutuhkan bantuan orang lain. Maka sangat dibutuhkan kemampuan mempengaruhi orang lain agar mengikuti keinginan kita. Untuk dapat memiliki kemampuan ini pertama kali kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki cara dalam memproses informasi. Dalam NLP hal ini disebut meta program. Memahami meta program sangat membantu kita untuk mengetahui bagaimana cara masuk ke dalam “ dunia” orang lain. Berikut ini adalah meta program yang dimiliki manusia : 1. Kecendrungan mendekati atau menjauhi. Setiap manusia bekerja dan berbuat berdasarkan motif ingin mendapatkan kesenangan atau kenikmatan (mendekati) atau menghindari penderitaan dan kesulitan (menjauhi). Setiap orang memiliki kecendrungan yang dominan diantara dua motif tersebut. Ada orang yang cendrung mendekati dan ada yang cendrung menjauhi. Ketika kita memahami motif orang lain mendekati misalnya, maka ketika kita ingin mempengaruhi atau mendapatkan simpatinya kita bisa berkata atau menawarkan hal-hal yang disenangi atau diinginkannnya. Sebaliknya jika motif seseorang menjauhi, maka kita bisa meyakinkan dia dengan menyampaikan resiko atau efek negative ketika dia tidak mengikuti apa yang kita katakan. 2. Kerangka acuan internal atau eksternal. Kerangka acuan internal adalah ketika anda bekerja atau berbuat maka kepuasan dan keyakinan anda sendiri terhadap hasil kerja anda lebih memuaskan dan menyenangkan dibandingkan penilaian orang lain kepada anda. Sebaliknya kerangka acuan eksternal adalah ketika anda menilai hasil kerja anda dari pendapat atau pujian orang lain. Ukuran keberhasilan anda adalah penilaian orang lain, bukan diri sendiri. Ketika kita menyadari kerangka seseorang ini, misalnya kita menjadi pemimpin, maka kalau kita memiliki bawahan yang memiliki kerangka acuan eksternal, maka pujian dan penghargaan terhadap pekerjaannya adalah sesuatu yang bernilai untuk memotivasi dia dalam berbuat lebih baik lagi. Ketika bawahan anda adalah orang yang memiliki kerangka acuan internal, maka lebih baik anda bertanya kepada dia bagaimana penilaiannya sendiri terhadap hasil kerja sendiri. Jika menurut dia baik dan anda pun menilai pekerjaannya telah memenuhi standar, walaupun anda tidak sangat menyukainya, maka anda dapat menghargai dan menilai bahwa hasil kerjanya sudah berhasil, karena ini akan memotivasinya untuk bekerja dengan lebih baik. 3. Penyortiran demi diri sendiri atau demi orang lain. Ada orang yang berbuat dan bekerja demi kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Sedangkan ada orang lain yang berbuat dan bekerja kecendrungan untuk dan demi orang lain. Walaupun kita tidak berada atau orang tidak berada pada kondisi esktrem yang terlalu mementingkan diri sendiri yang disebut dengan egois, atau terlalu mementingkan orang lain sehingga menjadi “martir”. Namun kita bisa mempengaruhi orang lain dengan memahami ini. Dalam mempengaruhinya bagi orang yang kecendrungannya untuk diri sendiri maka kita bisa membicarakan hal-hal yang mendatangkan keuntungan baginya. Sebaliknya jika kecendrungan demi orang lain, maka kita bisa membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan social, sukarelawan, bantuan dan sebagainya. Hal ini akan membuat anda berpengaruh disisi mereka. Dalam menempatkan seseorang pada suatu pekerjaan, kecendrungan penyortiran demi diri sendiri atau penyortiran demi orang lain ini sangat penting. Seorang auditor cocoknya adalah orang yang penyortirannya bagi dirinya sendiri, yaitu mereka yang lebih mementingkan kualitas dan hasil kerjanya dibandingkan penilaian orang lain. Sebaliknya seorang dokter lebih baik dominasi penyortirannya demi orang lain sehingga dia peduli pada kondisi dan keadaan pasiennya. 4. Kecendrungan mencocokan dan tidak mencocokan. Orang yang memiliki kecendrungan mencocokan adalah mereka yang berusaha mencari kesamaan dalam melihat, menilai dan melakukan sesuatu. Sebaliknya orang yang memiliki kecendrungan tidak mencocokan adalah mereka yang menilai dan melihat perbedaan dari sesuatu. Mereka yang cendrung tidak mencocokan biasanya sulit meraih simpati karena sering melihat dan menonjolkan perbedaan dengan orang lain. Menurut Anthony Robbins yang bertipe tidak mencocokan adalah minoritas. Dalam sebuah survey yang dilakukan, ternyata yang memiliki kecendrungan tidak mencocokan hanya sebesar 35 %. 5. Melibatkan apa yang dibutuhkan untuk meyakinkan seseorang akan sesuatu. Strategi ini tediri dari dua bagian. Pertama, anda harus mengetahui terlebih dahulu landasan sensorik apa saja yang ia butuhkan untuk menjadi yakin. Ada empat jawaban yang mungkin. Misalnya untuk membuat anda yakin dengan kepandaian seseorang dalam bekerja maka apakah anda 1) harus melihatnya mengerjakan pekerjaan itu atau 2) mendengar tentang seberapa baiknya ia bekerja atau 3) mengerjakan bersamanya atau 4) membaca tentang kemampuannya. Kedua, seberapa sering seseorang memberikan stimuli sehingga anda menjadi yakin. Ada empat jawaban yang mungkin. Apakah 1) cukup satu kali demonstrasi anda sudah yakin, 2) beberapa kali (2 atau lebih), 3) setelah berapa lama ( seminggu, sebulan atau setahun), 4) secara konsisten dan terus menerus dia mesti meyakinkan anda. Metaprogram ini penting untuk anda miliki misalnya anda bekerja sebagai seorang sales. Tindakan atau demonstrasi seperti apa yang anda lakukan untuk meyakinkan calon konsumen anda, apakah cukup dengan membuat iklan media massa (mendengar dan melihat) atau mesti mendemonstrasikan dan bertemu langsung dengannya. Berapa kali anda mesti meyakinkan konsumen anda, apakah sekali, 2 kali, atau seminggu, sebulan, setahun dan setiap kali anda berinteraksi dengannya. Hal ini bisa diketahui berdasarkan pengalaman anda menerapkannya. 6. Kemungkinan versus keperluan. Kemungkinan adalah orang yang mengambil tindakan berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yaitu mereka yang lebih termotivasi oleh apa yang ingin mereka kerjakan. Mereka mencari pilihan-pilihan, pengalaman dan tantangan. Mencoba berbagai hal dan melihat kemungkinan mana yang berhasil. Sementara orang yang termotivasi oleh keperluaan adalah mereka yang melakukan sesuatu karena mereka memang membutuhkannya. Mereka mencari kepastian dan sesuatu yang sudah jelas. Mereka bertindak karena mereka harus melakukannya. Ketika anda bergaul dengan orang yang termotivasi karena kemungkinan, maka anda memberikan gambaran peluang-peluang dan kemungkinan seperti apa yang akan didapatkannya. Sedangkan dengan orang termotivasi karena keperluan anda menjelaskan apa yang pasti didapatkannya, dan apa yang menjadi kebutuhannya 7. Gaya kerja seseorang, kooperatif atau mandiri. Gaya kerja kooperatif yaitu mereka yang bisa dan senang bekerja bersama-sama dengan orang lain. Sedangkan gaya kerja mandiri yaitu mereka yang bisa dan optimal bekerja jika bekerja sendiri. Mereka justru terganggu dan kesulitan ketika bekerja bersama-sama. Ketika anda mempunyai rekan atau bawahan yang memiliki gaya kerja ini maka ketika dia memiliki gaya kerja kooperatif, maka libatkan dia dalam tim yang akan mendukung kinerjanya. Sedangkan jika dia cendrung bekerja sendiri maka biarkan ia melakukan pekerjaan yang menuntut dia untuk sendiri misalnya dalam riset atau penelitian, atau sebagai penjaga/satpam dan sebagainya. Maka dia akan menghormati anda. Melakukan Persuasi atau Meyakinkan orang lain Menurut Dale Carnegie mengatakan dalam Bukunya How to Influence People, cara yang sangat efektif dan terbukti dalam mempengaruhi orang lain adalah dengan memiliki kemampuan teknik-teknik dasar dalam menangani manusia yaitu : 1. Jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh. Kritikan, cercaan atau keluhan pada orang lain akan membuat mereka menjauhi kita. Setiap orang tidak akan senang ketika dirinya disalahkan, walaupun dia memang salah. Apalagi jika cara menyampaikan kesalahan itu tidak tepat. Walaupun niat kita baik untuk mengingatkan kesalahannya, jika cara kita tidak tepat hal itu akan membuat hubungan dan pengaruh kita pada orang tersebut menjadi berkurang bahkan habis. Oleh karena itu lebih baik jika kita tidak mengkritik, apalagi mencerca orang lain. Ketika anda menghindari ini, maka yakinlah anda akan berpengaruh di hadapannya 2. Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Setiap orang merasa senang ketika dihargai dan dipuji. Apalagi pujian dan penghargaan yang disampaikan dengan tulus. Oleh karena itu, janganlah pellit dan menahan diri untuk memuji orang lain yang memiliki kelebihannya masing-masing. Anda akan mudah mengambil hati dan mempengaruhi orang lain ketika anda mudah pula memuji dan menghargainya. 3. Bangkitkan minat pada diri orang lain. Setiap orang memiliki hobi dan kesukaan tertentu. Setiap orang juga menyukai ketika orang lain membicarakan dirinya terutama kebaikannya. Oleh karena itu perbanyaklah berbicara tentang orang lain daripada diri anda, maka dia akan senang dan berminat kepada anda. Tanyalah hobinya, apa kesukaannya dan apa yang diinginkannya, apa keluhannya, lalu dengarlah dengan perhatian. Maka anda akan menjadi orang yang berpengaruh kepadanya. Membuat Orang Menyukai Kita Seorang yang berpengaruh harus mampu membuat orang lain menyukai dan sedang berinterkasi dengannya. Kita tentu tidak mau hanya sebatas mampu mempengaruhi saja, tapi sampai pada tahap membuat orang lain menyukai kita. Berikut ini adalah 6 cara membuat orang lain menyukai kita : 1. Jadilah sungguh-sungguh berminat terhadap orang lain. Anda pasti akan senang kepada orang yang berminat dan tertarik kepada anda. Oleh sebab itu untuk membuat orang tertarik kepada kita, maka kitalah yang harus memulainya. Dengan menjadi orang yang berminat terhadap orang lain. Tunjukkan kesenangan dan perhatian anda kepada orang lain, maka dia juga akan menghargai dan menyenangi anda , sehingga anda menjadi berpengaruh dihadapannya. 2. Tersenyumlah. Setiap orang pasti menyukai senyuman. Senyuman kepada orang lain bermakna keramahan, kesenangan dan kesukaan pada mereka. Senyuman lebih kuat dari kata-kata. Ketika anda berkenalan dan berbicara dengan orang lain, dengan menggunakan senyuman. Anda sudah meninggalkan kesan yang positif kepada dia. Hal itu menjadi awal bagi anda untuk berpengaruh dihadapannya 3. Ingatlah nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan paling penting bagi orang itu dalam bahasa apapun. Setiap orang punya sifat alami yaitu mencintai dirinya sendiri. Buktinya ketika melihat sebuah foto yang didalamnya ada diri kita dan teman-teman kita. Maka orang pertama yang kita lihat adalah? Ya diri kita sendiri. Salah satu yang disukai dan disenangi seseorang adalah namanya sendiri. Kita pasti suka ketika berbicara dengan orang, nama kita disebutnya. Bukan mengganti nama kita dengan Si “Anu” atau saudara, atau anda. Ketika kita mampu menyebut nama, maka lebih baik nama itu kita sebutkan. Oleh karena itu ketika anda berkenalan dengan orang lain, pastikan anda menanyakan namanya dan mengingat nama orang tersebut. Ketika anda bertemu lagi dengannya, kemudian namanya anda sebutkan. Maka kesan yang tertangkap olehnya adalah anda menganggapnya penting dan tidak melupakannya, karena anda mengingat namanya. Maka dia akan menjadikan anda orang yang penting juga dalam hidupnya. 4. Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka. Orang lain pasti suka membicarakan dirinya sendiri, maka pancinglah mereka untuk berbicara tentang dirinya. Salah satu kunci kesuksesan dalam komunikasi adalah kemampuan mendengarkan. Bukan hanya kemampuan berbicara. Oleh karena itu ketika anda mampu mendengarkan maka anda akan disukai orang lain. Karena orang lain pasti lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. 5. Bicarakan minat-minat orang lain. Orang lain pasti menyukai anda membicarakan tentang diri mereka. Salah satu yang dibicarakan adalah minat dan kesukaan mereka. Bicarakan minat mereka, maka anda akan mendapatkan minatnya kepada anda. 6. Buat orang lain merasa penting-dan lakukan dengan tulus. Setiap orang pasti suka diperlakukan dan dianggap sebagai orang yang penting bagi anda. Abraham maslow mengatakan bahwa salah satu kebutuhan yang memotivasi manusia adalah kebutuhan akan kasih sayang dan kebutuhan aktualisasi diri. Ketika anda membuat orang lain merasa penting dengan berbicara dengan menatap matanya, bersalaman dengan hangat kepadanya, kemudian melayani kebutuhannya dengan baik, maka anda akan mendapatkan perhatian dan pengaruh kepadanya. Kemampuan Membuat Orang lain mengikuti Cara berpikir kita Kemampuan berikutnya yang harus dimiliki seorang yang berpengaruh adalah kemampuan membuat orang lain mengikuti cara berpikirnya. Ada beberapa prinsip untuk mewujudkan hal tersebut : 1. Menghindari perdebatan dengan orang lain. Perdebatan itu lebih banyak resiko dan efek negatifnya dibanding manfaatnya. Perdebatan dapat menimbulkan konflik dan kesalahpahaman. Jika anda menginginkan hubungan yang baik, maka hindarilah sedapat mungkin perdebatan dan perbedaan pendapat yang tajam. Carilah kesamaan dengan orang lain, bukan perbedaan. 2. Perlihatkan respek pada orang lain, jangan berkata “anda salah”!. Perlihatkan respek, rasa menghormati, perhatian dan kepedulian anda pada orang lain, maka dia akan melakukan hal itu juga pada anda. Jangan sekali mengatakan anda salah, maka itu menimbulkan perlawanan dan ketersinggungan dalam dirinya. Sehingga hubungan anda menjadi kurang harmonis dengannya. 3. Kalau anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik. Setiap kita pasti memiliki kesalahan. Ketika anda bersalah atau khilaf, maka akuilah dengan sportif bahwa kita salah. Jangan merasa berat untuk minta maaf. Akui dengan senyuman, cepat dan simpatik. Maka anda akan dihormatinya. 4. Mulailah dengan cara yang ramah. Ketika anda akan berbicara dengan orang lain, baik dengan 1 orang ataupun dengan banyak orang maka mulailah dengan sikap ramah dan baik kepada meraka. Maka mereka akan mengikuti cara berpikir anda. 5. Usahakan orang mengucapkan ya, ya dengan segera. Dengan cara menyampaikan hal-hal dan kata-kata yang disukainya. Untuk membuat orang mengikuti yang anda pikirkan dan katakan, maka ucapkan kata-kata yang pasti diiyakannya. Kata-kata itu tentu saja kata dan kalimat positif. 6. Biarkan orang lain lebih banyak berbicara. Biarkan orang lain yang berbicara tentang dirinya, setelah itu bicarakan apa yang anda inginkan maka dia akan mengikuti perkataan anda. 7. Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya. Ketika anda ingin menyampaikan suatu ide dan gagasan kepada orang lain, maka usahakan ide itu seakan-akan berasal dari orang tersebut. Ungkapkan ide-ide dan gagasan positif dan kreatif, lalu buatlah seakan itu berasal dari orang lain. Sehingga dia tidak merasa diajari dan ditunjukkan kepada sesuatu yang menurut anda baik. 8. Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Cobalah untuk memahami ide, gagasan dan sudut pandang orang lain. Setelah itu sampaikan gagasan anda, maka mereka akan mengikuti anda 9. Berempatilah dengan ide dan hasrat orang lain. Jadilah orang yang memperhatikan, merespon dan peduli terhadap pendapat orang lain, maka anda akan dihormatinya. 10. Imbaulah motif-motif yang lebih mulia. Ungkapkanlah kalimat-kalimat positif yang memuliakan orang lain. 11. Dramatisir ide-ide anda. Jadikan ide anda sesuatu yang dramatis dan menyentuh perasaan orang yang anda pimpin. 12. Lemparkan tantangan atau timbulkan hasrat berkompetisi untuk berprestasi lebih baik kepada orang yang anda pimpin, lalu beri penghargaan pada mereka sesuai prestasi Kemampuan Untuk Merubah Orang lain Seorang yang berpengaruh adalah orang yang mampu mengubah orang yang dipimpinnya menjadi lebih baik baik. Kita harus menyadari bahwa setiap manusia pasti memiliki kelemahan. Misalkan kalau kita adalah seorang pemimpin dalam organisasi atau perusahaan. Jika kita tidak mampu merubah orang yang kita pimpin, maka perjalanan organisasi bisa terganggu. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk merubah orang lain. Berikut ini adalah teknik mengubah orang lain tanpa membuat mereka tersinggung, marah atau digurui. 1. Kalau anda ingin mengoreksi kesalahannya, mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur. Sebelum membenarkan dan meluruskan kesalahan orang lain, maka mulailah dengan pujian dan penghargaan terhadap pendapatnya, barulah anda sampaikan pendapat anda. Maka dia akan mengikuti saran anda untuk merubah dirinya. 2. Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung. Jangan secara langsung menyampaikan kesalahan kepadanya. Namun bisa disampaikan dengan sebuah ilustrasi, cerita, kiasan. Membandingkan dengan orang lain atau dengan cara menunjukkan mana yang benar dan seharusnya dilakukan. 3. Bicarakan kesalahan anda dulu sebelum mengkritik orang lain. Sebelum anda meluruskan kesalahan orang lain, anda bisa saja mengungkapkan kesalahan atau kekhilafan anda terlebih dahulu. Hal ini bermakna dan menyiratkan bahwa anda ingin meluruskannya sambil mengatakan kesalahan itu biasa, saya juga pernah melakukannya. Hal ini akan membuat dia tidak merasa telah gagal dan melakukan kesalahan yang fatal. Sehingga membuat dia mau melakukan koreksi diri tanpa kehilangan semangat. 4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung. Ketika anda ingin memberikan sebuah perintah atau instruksi kepada orang lain, maka bisa anda lakukan dengan cara tidak langsung seperti mengajukan pertanyaan kepada orang lain. Misalnya, Bagaimana menurut anda kalau kita melakukan hal ini? 5. Biarkan orang lain menyelamatkan muka. Ketika orang lain melakukan kesalahan, maka jangan biarkan mereka merasa bersalah , malu dan kehilangan muka. Biarkan mereka membela diri dihadapan orang lain. Atau biarkan mereka mengungkapkan alasan kenapa mereka melakukan kesalahan itu. Kemudian anda berusaha memahaminya, sehingga dia tidak terlalu merasa bersalah. Dia akan menghormati anda karena menganggap anda memahaminya. 6. Pujilah peningkatan sekecil apapun. Tuluslah dalam penerimaan anda dan murah hati dalam penghargaan anda. Ketika orang lain, keluarga ataupun bawahan anda melakukan sesuatu yang baik, maka pujilah kebaikan dan keberhasilan dia dengan tulus. Sikap ini akan menyenangkan hatinya dan membuat dia senang kepada anda. Sekaligus memotivasinya untuk melakukan perbuatan dan peningkatan dengan lebih baik lagi. 7. Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi. Citrakan orang lain adalah orang yang baik, berguna dan berprestasi. Karena harga diri, tindakan dan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri tergantung pada citra dirinya dan citra orang lain terhadapnya. Ketika anda seorang guru, lalu anda mencitrakan murid anda nakal. Lalu mengatakan kepadanya kamu nakal. Anda akan selalu bersikap kepadanya bahwa dia nakal. Padahal mungkin saja hari ini dia berubah. Jika sikap itu konsisten anda lakukan. Hal ini akan mempengaruhi pula terhadap diri anak tersebut, dia juga akan menganggap dirinya memang nakal sehingga prilaku nakal itu terus terpelihara dalam dirinya. Sebaliknya jika anda menganggap dan memberikan citra dan reputasi positif kepadanya. Maka hal itu akan mendorong dia untuk berpandangan positif pada dirinya sehingga dia akan bersikap positif untuk membenarkan pandangan tersebut. 8. Gunakan dorongan, buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki. Buatlah kesalahan orang lain tampak mudah diperbaiki. Jangan mempersulit dan mendramatisir kesalahan orang lain sehingga membuat mereka merasa kesulitan memperbaiki diri dan merasa terpukul. Ketika anda meluruskan mereka, sekaligus motivasi dan doronglah mereka untuk dapat memperbaiki diri. 9. Buat orang lain merasa senang mengerjakan hal yang anda sarankan. Jadikan saran anda yang mesti dikerjakan orang lain merupakan saran yang mudah dan menyenangkan bagi mereka. Pujilah mereka dan motivasi bahwa mereka bisa melakukannya. Kemudian berikan reward atau penghargaan atau kompensasi yang menarik jika mereka mampu melakukannya. Hal ini akan memberikan semangat kepada mereka untuk melakukannya. Inilah seni dan cara untuk menjadi seorang yang berpengaruh dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga kita dapat menjadi pemimpin dan manusia sejati sehingga dapat meraih kesukesan dunia dan akhirat. http://boyhadiconsist.wordpress.com/2010/03/24/the-art-of-influence-people-persuasi-dan-metaprogram/

6 KIAT POLA KERJA MENUJU HASIL PEKERJAAN YANG BERMANFAAT

6 KIAT POLA KERJA MENUJU HASIL PEKERJAAN YANG BERMANFAAT

Kerja BermanfaatPOLA KERJA seseorang sangat ditentukan oleh karakter setiap individu. Ada yang bekerja aktif, agresif, pasif, atau posesif, ada yang rileks dan santai. Semua karakter kerja berpulang kepada tujuan individual. Sebab tidak semua hasil yang dikerjakan menjadi bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungannya. Setidaknya perlu dipahami 6 (enam) kiat pola kerja, yang diadaptasi dan dikembangkan dari ide tata cara kerja yang berkualitas, agar mencapai hasil pekerjaan yang bermanfaat.
1. Kerja Giat
Melaksanakan kewajiban dengan tekun, rajin, aktif dan proaktif.
2. Kerja Cepat
Mengerjakan tugas dengan cekatan, gesit penuh sikap profesionalisme.
3. Kerja Tepat
Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai jangka waktu yang ditentukan
4. Kerja Taat
Mengikuti peraturan kerja menurut prosedur tata tertib (protap) yang berlaku
5. Kerja Sehat
Menjaga vitalitas kondisi fisik, interaksi sosial, sikap  mental personal dan lingkungan agar tetap segar (sehat dan bugar).
6. Kerja Selamat
Melakukan proteksi dengan memakai alat perlindungan diri (APD) terutama terhadap jenis pekerjaan yang berisiko tinggi (mengancam keselamatan diri).
PEMAPARAN SINGKAT kiat pola kerja ini, untuk menghargai Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang diperingati setiap tanggal 12 Januari. Sekadar mengingatkan arti pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bekerja, sebagai apapun, bagaimanapun, siapapun dan kapanpun. Pola kerja yang bermanfaat selalu diupayakan dan dikembangkan dengan sikap menghayati bahwa prinsip pekerjaan apapun merupakan pelayanan. Pribadi sukses siap siaga memberikan pelayanan terbaik.

http://tusuda.com/6-kiat-pola-kerja-menuju-hasil-pekerjaan-yang-bermanfaat/

Jadilah Orang Yang Selalu Puas Dengan Hasil Kerjanya

Jadilah Orang Yang Selalu Puas Dengan Hasil Kerjanya

Motivasi kerja agar selalu puas dalam bekerja bukan puas asal puas tapi puas disini kalau kita sudah melihat hasil kerja kita dan dengan hasil yang nyata jadi tambah motivasi untuk selalu kerja yang biasa tapi efeknya luar biasa misal menurut sebagian orang buat blog itu biasa saja tapi menurut rekan kita yang telah belajar di cafebisnis buat blog itu luar biasa karena dengan membuat blog bisa juga memotivasi diri untuk melakukan apa yang sudah ditulis misalnya saja buat blog tentang belajarbahasainggris tentu saja jadi termotivasi untuk bisa bahasainggris, Ada juga yang menulis kata bijak maka minimal kata bijak itu jadi motivasi untuk dirinya pribadi.

Karena itu puaslah dengan hasil kita jika sudah mengaflikasikannya dalam kehidupan apakah modal bisnis kecil untuk jadi puas dengan hasil karya kita perlu besar jawabanya ia dan tidak mengapa? Karena kalau ia tentu saja harus modal besar misalnya saja perlu waktu, Pengorbanan yang tidak sedikit, dan Tenaga kita pun jelas terkuras. Saya katakan tidak jika modalnya harus uang maka tentunya tidak harus uang saja karena seperti halnya tadi motivasipun bisa jadi modal.
Sukses tidaknya yang kita kerjakan kita harus tetap merasa puas tapi puasnya dengan sarat jadi motivasi dan evaluasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik jangan puas-puasan malah kita jadi malas untuk jadi sukses oleh karena itu motivasi diri untuk jadi pribadi sukses tanpa batas yang dahsyat dan hebat luar dalam ( jangan membayangkan yang negatif ya tapi maksudnya bagi kita telah sukses dan orang yang melihatpun yakin kita telah sukses bukan cuma sukses-suksesan).

http://motivasikerja.com/jadilah-orang-yang-selalu-puas-dengan-hasil-kerjanya/

Keys To Produce More And Better Results In Life 7 Kunci Untuk Menghasilkan Dan lebih baik Hasil Lebih Dalam Hidup


Keys To Produce More And Better Results In Life 7 Kunci Untuk Menghasilkan Dan lebih baik Hasil Lebih Dalam Hidup

Do you want to be more productive in your life? Apakah Anda ingin menjadi lebih produktif dalam hidup Anda?
I'm going to share with you the 7 keys to living a productive life that I learned from Brian Tracy. Aku akan berbagi dengan Anda 7 kunci untuk hidup kehidupan yang produktif yang saya pelajari dari Brian Tracy. Well, if you want to get more and better results, here are the 7 keys that can help you… Nah, jika Anda ingin mendapatkan hasil lebih banyak dan lebih baik, di sini adalah 7 kunci yang dapat membantu Anda ...
1. 1. Working Longer And Harder Kerja Lagi Dan Harder
Working longer hours and harder definitely is going to help you increase your result. Jam kerja lebih lama dan lebih keras pasti akan membantu Anda meningkatkan hasil Anda. Successful people all are willing to work longer hours and work harder. Orang-orang sukses semua mau bekerja lebih lama dan bekerja lebih keras. This is why they are able to produce more and better results than ordinary people. Inilah sebabnya mengapa mereka mampu menghasilkan hasil yang lebih dan lebih baik dari orang biasa.
One of my favorite quotes is from the marketing legend, Jay Abraham… Salah satu kutipan favorit saya adalah dari legenda pemasaran, Jay Abraham ...
“I used to be a workaholic and monstrously committed. "Saya dulu menjadi gila kerja dan komitmen yang amat. I had tremendous capacity to accomplish work, I'd work 1 hours a day, seven days a week, and have meetings at 2 in the morning.” Saya memiliki kemampuan luar biasa untuk menyelesaikan pekerjaan, saya akan bekerja 1 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan pertemuan di 2 di pagi hari. "
I don't know about you, but if you know the story of this marketing legend, I'm sure you'll be inspired by him. Aku tidak tahu tentang Anda, tapi jika Anda tahu cerita tentang legenda pemasaran, saya yakin Anda akan terinspirasi oleh dia. Success does not come easily. Sukses tidak datang dengan mudah. And because of the hard work and effort that Jay committed to put in, he is now a marketing legend that nobody in the business world never heard of. Dan karena kerja keras dan usaha yang Jay berkomitmen untuk dimasukkan ke dalam, ia sekarang menjadi legenda pemasaran yang tak seorang pun di dunia bisnis pernah dengar.
2. 2. Work Faster And Get Things Done Faster Kerja Cepat Dan Dapatkan Hal Selesai Lebih Cepat
Spending more time into your work is good, but how much time do you have? Menghabiskan lebih banyak waktu ke dalam pekerjaan Anda baik, tapi berapa banyak waktu yang Anda miliki? Therefore, you have to learn to work faster and get things done faster . Karena itu, Anda harus belajar untuk bekerja lebih cepat dan mendapatkan sesuatu lebih cepat. You need to learn the art of becoming productive in life if you want to be successful. Anda perlu belajar seni menjadi produktif dalam hidup jika Anda ingin sukses.
Everyone has 24 hours a day, this is a fact that you can never change. Setiap orang memiliki 24 jam sehari, ini adalah fakta bahwa Anda tidak pernah dapat berubah. Thus, what you can do to be more productive is to work faster and get more things done in the same amount of time. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi lebih produktif adalah untuk bekerja lebih cepat dan mendapatkan lebih banyak hal dilakukan pada jumlah waktu yang sama.
3. 3. Do Important Result-Oriented Task First Apakah Tugas Hasil Berorientasi Penting Pertama
If there are two tasks at your hand that you need to get them done right now, both tasks are important, but one will give you the most results, which one you're going to get it done first? Jika ada dua tugas di tangan Anda yang Anda butuhkan untuk mendapatkan mereka dilakukan sekarang, baik tugas-tugas penting, tetapi yang akan memberikan Anda hasil yang paling, yang mana yang Anda akan menyelesaikannya dulu?
The answer is obvious, whenever you have the option, try to get the task that will give you the most results done . Jawabannya jelas, setiap kali Anda memiliki pilihan, cobalah untuk mendapatkan tugas yang akan memberikan hasil yang paling dilakukan. Most people never do this, they spend eighty percent of their time into something that gives them only 20 percent of the results. Kebanyakan orang tidak pernah melakukan hal ini, mereka menghabiskan delapan puluh persen dari waktu mereka menjadi sesuatu yang memberi mereka hanya 20 persen dari hasil.
On the other hand, successful people focus in getting the 20 percent of work done that will give them eighty percent of the results. Di sisi lain, orang-orang sukses fokus dalam mendapatkan 20 persen dari pekerjaan yang dilakukan yang akan memberikan mereka delapan puluh persen dari hasil.
4. 4. Focus On What You Are Better At Fokus Pada Apa Anda Lebih Baik Di
If you don't have enough time, try to focus on what you are better at and try to outsource or delegate the task that you have no interest or skill in. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu, cobalah untuk berfokus pada apa yang Anda lebih baik dan mencoba untuk outsourcing atau mendelegasikan tugas yang Anda tidak memiliki bunga atau keterampilan masuk
For example, if you want to create a website and you're not talented in graphic design, you can outsource this task to experts. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat website dan Anda tidak berbakat dalam desain grafis, Anda bisa memasang iklan tugas ini para ahli. They will get the job done in a faster manner and get the job done more effectively. Mereka akan mendapatkan pekerjaan dilakukan secara lebih cepat dan mendapatkan pekerjaan yang dilakukan lebih efektif.
However, if you're trying to get it done by yourself, you'll end up wasting a lot of time to learn how to do it and actually get the job done. Namun, jika Anda mencoba untuk menyelesaikannya sendiri, Anda akan berakhir membuang banyak waktu untuk belajar bagaimana melakukannya dan benar-benar mendapatkan pekerjaan yang dilakukan.
5. 5. Branching Your Task Branching Tugas Anda
Whenever you have a big task, try to break it down into small and manageable task. Kapanpun Anda memiliki tugas besar, coba pecahkan ke dalam tugas yang kecil dan mudah dikelola. And after that, get those small little tasks done. Dan setelah itu, mendapatkan tugas-tugas kecil kecil yang dilakukan.
It is the same in goal setting. Hal yang sama dalam pengaturan tujuan. If you set your goal too big, you must break it done into small goals, and then further break them down into small and actionable steps . Jika Anda menetapkan tujuan Anda terlalu besar, Anda harus istirahat menyelesaikannya menjadi gol kecil, dan kemudian lebih lanjut istirahat mereka ke dalam dan ditindaklanjuti langkah-langkah kecil.
Successful people will never focus on the big chunk of work, they will focus and get the smaller task done that will give them the big results that they desire. Orang-orang sukses tidak akan pernah fokus pada sebagian besar dari kerja, mereka akan fokus dan mendapatkan tugas yang lebih kecil melakukan itu akan memberikan hasil yang besar yang mereka inginkan.
Remember how do you eat an elephant? Ingat bagaimana Anda makan seekor gajah? One bite at a time. Satu gigitan pada suatu waktu.
6. 6. Continuous Improvement Peningkatan Berkesinambungan
I always stress about committed to never ending improvement. Saya selalu menekankan tentang komitmen untuk tidak pernah berakhir perbaikan. This is the ultimate key to living a successful life. Ini adalah kunci utama untuk hidup sukses. If you want to make your dreams come true and achieve all the goals you set, you must continuously improve yourself all the time. Jika Anda ingin membuat impian Anda menjadi kenyataan dan mencapai semua tujuan yang Anda tetapkan, Anda harus terus memperbaiki diri sendiri sepanjang waktu.
7. 7. Prepare For Every Task Persiapan Tugas Setiap
Yes, you must prepare for the task you're going to get it done before you actually do it. Ya, Anda harus mempersiapkan tugas Anda akan mendapatkannya dilakukan sebelum Anda benar-benar melakukannya. It is just like you need to plan for tomorrow before you sleep tonight . Hal ini sama seperti anda perlu merencanakan untuk besok sebelum Anda tidur malam ini.
This is exactly what every successful people will do. Ini adalah persis apa yang setiap orang sukses akan dilakukan. They know that if they want to be more productive and get more things done, they'll need to develop the habit of preparing for every task. Mereka tahu bahwa jika mereka ingin menjadi lebih produktif dan mendapatkan sesuatu lebih banyak dilakukan, mereka akan perlu mengembangkan kebiasaan untuk mempersiapkan setiap tugas.
Preparation is one of the most important keys to successful living. Persiapan adalah salah satu kunci yang paling penting untuk hidup sukses.
With the 7 keys to produce more and better results in life, what you need to do now is to apply these 7 keys into your daily life right now. Dengan 7 kunci untuk memproduksi hasil lebih banyak dan lebih baik dalam hidup, apa yang perlu Anda lakukan sekarang adalah untuk menerapkan 7 kunci ke dalam kehidupan sehari-hari Anda sekarang.
If you feel overwhelm by them, just apply one key at a time until you make it a habit before you start to apply the others. Jika Anda merasa kewalahan oleh mereka, hanya menerapkan satu kunci pada suatu waktu sampai Anda biasakan sebelum Anda mulai menerapkan lain. Make sure you follow through. Pastikan Anda mengikuti melalui.


http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.themillionairesecrets.net/7-keys-to-produce-more-and-better-results-in-life/

Dasar-dasar Proses Penjualan

Dasar-dasar Proses Penjualan

Empower yourself with the understanding of the basic sales process from start to finish. Berdayakan diri dengan pemahaman tentang proses penjualan dasar dari awal sampai akhir. Learn tips and techniques that are easy to implement that will get you headed in the right direction for success. Pelajari tips dan teknik yang mudah dilaksanakan yang akan membuat Anda menuju ke arah yang benar untuk sukses.
  1. Glossary of Sales Terms (3) Daftar Istilah Penjualan (3)
  2. Sales is Service (7) Penjualan adalah Pelayanan (7)

7 Steps of How to Become an Olympic Sales Champion 7 Langkah Bagaimana Menjadi Sales Juara Olimpiade

What are the seven steps to how to become an Olympic Athlete in Sales? Apakah tujuh langkah-langkah untuk bagaimana untuk menjadi seorang Olahragawan Olimpiade di Penjualan? Is there even such a thing as a Sales Olympian? Apakah ada bahkan hal seperti itu sebagai Sales Olimpiade? Why not? Mengapa tidak? Everyday we are all out on the sales playing field; challenging and disciplining ourselves by molding our minds and our talents to learning and using our best sales techniques and abilities. Setiap hari kita semua keluar pada penjualan bermain lapangan; menantang dan mendisiplinkan diri dengan pikiran dan bakat kita cetak kita untuk belajar dan menggunakan teknik penjualan yang terbaik dan kemampuan. Why not push a little further and become the best of the best -- even a Sales Champion -- at what we do? Mengapa tidak menekan sedikit lebih lanjut dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik - bahkan Penjualan Champion - pada apa yang kita lakukan? Learn what the seven steps are to becoming an Olympic Athlete in Sales. Pelajari apa tujuh langkah adalah untuk menjadi Olahragawan Olimpiade di Penjualan.
 
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://sales.about.com/od/salesbasics/Basics_of_the_Sales_Process.htm

Proses penjualan

Proses penjualan

From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari
A sales process , also known as a sales tunnel or a sales funnel is a systematic approach to selling a product or service. Sebuah proses penjualan, juga dikenal sebagai terowongan penjualan atau penjualan corong adalah pendekatan sistematis untuk menjual produk atau jasa. A growing body of published literature approaches the sales process from the point of view of an engineering discipline (see sales process engineering ) [ 1 ] . Sebuah badan yang tumbuh dari literatur yang diterbitkan pendekatan proses penjualan dari sudut pandang suatu rekayasa disiplin (lihat proses rekayasa penjualan ) [1] .
Reasons for having a well thought-out sales process include seller and buyer risk management, standardized customer interaction in sales, and scalable revenue generation. Alasan untuk memiliki proses yang dipikirkan dengan baik-out penjualan termasuk penjual dan pembeli manajemen risiko, interaksi pelanggan standar dalam penjualan, dan generasi pendapatan scalable. A major advantage of approaching the subject of sales from a "process point of view" is that it offers a host of well-tested design and improvement tools from other successful disciplines and process oriented industries [ 2 ] . Sebuah keuntungan besar dari mendekati subjek penjualan dari suatu "titik pandang proses" adalah bahwa hal itu menawarkan sejumlah desain teruji baik dan perbaikan alat-alat dari disiplin lain dan berorientasi sukses proses industri [2] . In turn, this offers potential for quicker progress. Pada gilirannya, hal ini menawarkan potensi untuk kemajuan lebih cepat. Quality expert Joseph Juran observed, "There should be no reason our familiar principles of quality and process engineering would not work in the sales process" [ 3 ] . Kualitas ahli Joseph Juran diamati, "Tidak boleh ada alasan prinsip mengenal kami kualitas dan proses rekayasa tidak akan bekerja dalam proses penjualan" [3] . A sales team's fundamental job is to move a greater number of larger deals through the sales process in less time. [ 4 ] Tim mendasar adalah tugas penjualan adalah untuk memindahkan lebih banyak transaksi yang lebih besar melalui proses penjualan dalam waktu kurang. [4]
Specific steps or stages in a sales process vary from company to company but generally include the following elements: langkah-langkah khusus atau tahapan dalam proses penjualan bervariasi dari perusahaan ke perusahaan tetapi umumnya meliputi unsur-unsur berikut:
  1. Initial Contact Awal Kontak
  2. Application of Initial Fit Criteria Penerapan Kriteria Fit Awal
  3. Sales lead Penjualan memimpin
  4. Need identification Perlu identifikasi
  5. Qualified prospect Prospek Berkualitas
  6. Proposal Usul
  7. Negotiation Perundingan
  8. Closing Penutupan
  9. Deal Transaction Deal Transaksi
An alternate but similar series of steps is as follows: Sebuah seri alternatif tetapi mirip langkah adalah sebagai berikut:
Sales tunnel layers Penjualan terowongan lapisan
  1. New Opportunity Peluang Baru
  2. Initial Communication Awal Komunikasi
  3. Fact Finding Pencarian Fakta
  4. Develop Solution Mengembangkan Solusi
  5. Propose Solution Mengusulkan Solusi
  6. Solution Evaluation Solusi Evaluasi
  7. Negotiation Perundingan
  8. Sales Order Order Penjualan
  9. Account Maintenance Pemeliharaan account
Mapping a process provides a starting point for further careful analysis and continuous improvement [ 5 ] . Pemetaan proses memberikan titik awal untuk analisis hati-hati lebih lanjut dan perbaikan terus-menerus [5] . Diagramming a process flow is considered to be one of the seven basic quality improvement tools [ 6 ] . Diagram aliran proses dianggap sebagai salah satu dari tujuh dasar peningkatan kualitas alat [6] . Elements in the list above (among many others) have been described and/or flowcharted in the published literature. Unsur-unsur dalam daftar di atas (di antara banyak lainnya) telah dijelaskan dan / atau flowcharted dalam literatur dipublikasikan. Some examples have primarily focused on functions performed by a sales "department" [ 7 ] . Beberapa contoh yang terutama berfokus pada fungsi yang dilakukan oleh seorang "penjualan" departemen [7] . At least one cross-functional approach depicts and integrates a variety of interdependent areas, such as sales, marketing , customer service , and information systems [ 8 ] . Setidaknya satu-pendekatan lintas fungsional menggambarkan dan mengintegrasikan berbagai bidang saling bergantung, seperti penjualan, pemasaran , layanan pelanggan , dan sistem informasi [8] .
From a seller's point of view, a sales process mediates risk by stage-gating deals based on collection of information or execution of procedures that gate movement to the next step - Of the large number of initially interested persons on the narrow end of orders only a fraction of the initially interested people remain and actually place an order [ 9 ] .. Dari titik penjual pandang, proses penjualan memediasi risiko dengan tahap-gating penawaran berdasarkan pengumpulan informasi atau pelaksanaan prosedur yang gerbang gerakan ke langkah berikutnya - Dari sejumlah besar orang yang awalnya tertarik pada akhir sempit pesanan hanya sebagian kecil dari orang tertarik awalnya tetap dan benar-benar memesan [9] .. This controls seller resource expenditure on non-performing deals. Penjual ini mengontrol pengeluaran sumber daya pada kesepakatan non-performing. Ideally this also prevents buyers from purchasing products they don't need though such a benefit requires ethical intentions by the seller. Idealnya ini juga mencegah pembeli dari membeli produk mereka tidak perlu seperti manfaat walaupun membutuhkan niat etis oleh penjual. Because of the uncertainty of this assurance, buyers often have a buying or purchasing process. Karena ketidakpastian jaminan ini, pembeli sering memiliki membeli atau proses pembelian. The interface between the selling and buying process has also been diagrammed [ 10 ] . Antarmuka antara penjualan dan proses pembelian juga telah yang digambarkan [10] .
A formalized sales process is generally more common for companies that either have complex sales cycles, large revenue risks that require systematic assurance of revenue generation, and/or those that choose to use a more consultative sales approach (eg Saturn, IBM, Hewlett-Packard). Sebuah proses penjualan formal umumnya lebih umum bagi perusahaan yang baik memiliki siklus kompleks penjualan, risiko pendapatan besar yang membutuhkan jaminan sistematis generasi pendapatan, dan / atau mereka yang memilih untuk menggunakan pendekatan penjualan yang lebih konsultatif (misalnya Saturnus, IBM, Hewlett-Packard ).
An effective sales process can be described through steps that walk a salesperson from meeting the prospect all the way through closing the sale. Suatu proses penjualan yang efektif dapat digambarkan melalui langkah-langkah yang berjalan seorang salesman dari pertemuan prospek semua jalan melalui penutupan penjualan. Often a bad sales experience can be analyzed and shown to have skipped key steps. Seringkali pengalaman penjualan buruk dapat dianalisis dan terbukti memiliki melewatkan langkah kunci. This is where a good sales process mediates risk for both buyer and seller. Ini merupakan suatu proses penjualan yang baik menengahi risiko untuk kedua pembeli dan penjual. A solid sales process also has the dramatic impact of forecasting accuracy and predictability in revenue results. Sebuah proses penjualan yang solid juga memiliki dampak yang dramatis akurasi peramalan dan prediktabilitas dalam hasil pendapatan.
Many companies develop their own sales process; however, off the shelf versions are available from companies such as The Brooks Group, the Improved Performance Group, Huthwaite International, and Miller Heiman. Banyak perusahaan mengembangkan proses penjualan mereka sendiri, namun dari versi rak yang tersedia dari perusahaan seperti Grup Brooks, pada Peningkatan Kinerja Group, Huthwaite Internasional, dan Miller Heiman. A large number of these methods have been described by their promoters in books available to the public, primarily addressing tactics employed by an individual sales representative [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] . Sejumlah besar metode ini telah diuraikan oleh promotor mereka dalam buku-buku tersedia untuk umum, terutama menyangkut taktik yang digunakan oleh perwakilan penjualan individu [11] [12] [13] . These provide a customizable process and a set of electronic tools that can be freestanding or can be integrated if required with the company's SFA , CRM , or other opportunity management system. Ini memberikan sebuah proses disesuaikan dan satu set alat-alat elektronik yang dapat berdiri sendiri atau dapat terintegrasi jika dibutuhkan dengan perusahaan SFA , CRM , kesempatan atau sistem manajemen lainnya.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sales_process