Sabtu, 09 Oktober 2010

Posts Tagged marketing people

Posts Tagged marketing people

Marketing in Turbulent Times: Discovering Opportunities in a Recession with Chaotics Management System

Persaingan adalah hal yang tak mungkin dihindari oleh seluruh perusahaan dalam mengelola bisnisnya saat ini.Persaingan merupakan tantangan untuk sebagian perusahaan dan mungkin menjadi sebuah peluang untuk sebagian perusahaan lainnya. Namun yang jelas, seluruh perusahaan selalu ingin produknya menjadi market leader dalam persaingan tersebut. Saat ini, bisnis dunia baru saja dihadapkan dengan resesi ekonomi Amerika Serikat.Resesi ekonomi negara adidaya ini tidak hanya berdampak kepada bisnis di negaranya sendiri tapi juga seluruh negara di dunia.Resesi ini sangat berdampak fatal karena banyak perusahaan besar yang harus menutup perusahaan.
Dalam keadaan krisis seperti ini, marketing people menjadi harapan besar bagi perusahaan untuk bertahan di persaingan. Marketing people dituntut untuk tetap dapat mempertahankan dan melayani customer dengan baik karena perusahaan yang bertahan adalah perusahaan yang masih dicintai oleh customer-nya. Dalam seminar Marketing in Turbulent Times: Discovering Opportunities in a Recession with Chaotics Management System, Kotler mengatakan marketing people memiliki pilihan dalam menghadapi krisis ini yaitu memandang krisis sebagai ancaman atau memanfaatkan krisis sebagai peluang bisnis. Kotler memberikan contoh beberapa perusahaan yang berada dalam keadaan mengkhawatirkan seperti Apple, Sony, Ford, LG, dell.
Pelaku bisnis yang optimis dalam keadaan krisis akan segera menciptakan peluang dan melakukan penyesuaian cepat dengan keadaan. Setiap perusahaan harus memiliki beberapa tindakan antisipasi untuk menghadapi keadaan yang tak menentu dalam krisis.Terdapat pilihan strategi untuk beberapa kondisi perusahaan agar tetap bertahan dalam keadaan krisis.Pertama, perusahaan yang memiliki kekuatan dari segi keuangan dan marketing, perusahaan tersebut disarankan untuk meningkatkan asset melalui akusisi perusahaan pesaing yang lemah dengan diiringi dengan peningkatan pengeluaran di bidang marketing. Kedua, perusahaan yang kuat dari segi keuangan dan lemah dari segi marketing, disarankan untuk menciptakan timmarketing yang kompeten dan mengakusisi strong brand dari pesaing. Ketiga, perusahaan yang lemah dari segi keuangan dan kuat dari segi marketing, disarankan melaksanakan restrukturisasi biaya perusahaan seperti menegosiasikan kembali harga bahan baku dengan supplier. Kondisi perusahaan terakhir adalah sangat lemah baik dari segi keuangan dan marketing disarankan untuk menutup usaha dan menjual perusahaan kepada pesaing.
marketingsuccess
Di era bisnis yang penuh dengan ketidakstabilan akan menciptakan turbulensi bisnis sehingga menuntut perusahaan untuk menciptakan beberapa alternative strategy dan menyesuaikan dengan lingkungan. Perusahaan pun dituntut untuk memiliki daya analisis yang baik mengenai ketepatan implementasi strategi dengan kondisi bisnis.Dalam keadaan resisi bisnis, pasar cenderung mengalami penurunan daya beli sehingga sirkulasi bisnis tidak berjalan seperti biasanya.Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menciptakan formula bisnis baru yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pasar di era resesi ekonomi.Perusahaan dapat melakukan customer research terlebih dahulu untuk menciptakan inovasi dan atau diferensiasi baik dari produk maupun pelayanan demi terciptanya loyalitas pelanggan.
Berbicara tentang diferensiasi, Kotler menjelaskan diferensiasi dapat dilakukan dalam ruang lingkup marketing dan non-marketing.Dalam ruang lingkup marketing, diferensiasi dapat diimplementasikan terhadap produk, jasa, sumber daya manusia, business channel, citra, dan harga.Sedangkan di luar aspek marketing, diferensiasi dapat dilakukan terhadap accounting, finance, logistics, dan receptionist. Melalui diferensiasi ini, diharapkan akan timbul loyalitas konsumen terhadap produk perusahaan yang merupakan salah satu jawaban perusahaan dapat bertahan di era resesi ekonomi.
Seperti yang telah disinggung di awal, resesi ekonomi di Amerika Serikat memberikan dampak terhadap ekonomi di beberapa negara dunia, salah satunya adalah negara-negara yang berada di regional ASEAN.Pertumbuhan ekonomi Negara ASEAN mengalami penurunan yang sangat drastis akibat resesi ekonomi dunia.Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 hanya berada 3.6%, di bawah target yang telah ditentukan sebelumnya.Kotler memaparkan bahwa telah terjadi pergeseran dari budaya bisnis dan investasi.Jika dulu pertumbuhan ekonomi dan bisnis berada di west countries, saat ini telah bergeser ke negara-negara Asia, salah satunya di kawasan ASEAN.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh The World Bank Group, Doing Business 2009, Singapore menduduki peringkat pertama sebagai negara yang memiliki kemudahan untuk berinvestasi. Ini dapat menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam mengelola birokrasi untuk kepentingan investasi bisnis.Indonesia jarang dipilih sebagai negara tujuan investasi karena beberapa alasan seperti birokrasi izin bisnis yang sulit dan lekat dengan pungutan liar, ketidakpastian hokum, sumber daya manusia yang low skilled.Hal ini menjadi tugas besar untuk Indonesia jika menginginkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik lagi.
Di sesi terakhir seminar, Kotler memberikan gambaran tentang masa depan Marketing. Waktu ke waktu, marketing mengalami perubahan yang sangat dinamis dan menjadi marketing merupakan aspek yang sangat penting dalam mengelola bisnis.Saat ini marketing telah menjadi inti perusahaan yang diberikan tugas besar untuk menangani konsumen.Hal ini dikarenakan perusahaan yang bertahan adalah perusahaan yang selalu dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis umumnya dan marketing people khususnya yaitu konsumen harus dilibatkan dalam proses penciptakaan nilai, perusahaan harus meningkatkan customer experience dengan produk perusahaan, dan perusahaan harus aktif untuk berkomunikasi dengan konsumen dan komunitas yang dimiliki oleh perusahaan. Karena melalui cara inilah loyalitas konsumen dapat diciptakan sehingga long term business sustainability akan tercapai.
Terdapat kata-kata indah yang mungkin dapat dijadikan kesimpulan tulisan saya ini yaitu “easy times are the enemy: they put us to sleep. Adversity is our friend. It wakes us up”. Keadaan krisis membuat kita menjadi manusia yang lebih kritis dan dituntut untuk berjuang lebih agar tetap bertahan.Demikian halnya dalam bisnis, perusahaan dituntut untuk melakukan strategi-strategi penyesuaian dengan keadaan yang fluktuatif.Perusahaan pun dituntut untuk tetap dapat memenuhi segala keinginan dan kebutuhan konsumen. Sehingga perusahaan harus memiliki soft dan hard capital untuk tetap dapat bersaing. Dengan soft capital, perusahaan memiliki kompetensi untuk mempertahankan konsumen dan menjalankan bisnisnya dengan baik. Dan dengan hard capital, perusahaan memiliki sarana pendukung untuk proses implementasi strategi perusahaan.
Penulis: Hardian Prabowo, Beswan RSO Bandung, Universitas Padjadjaran, Jurusan Manajemen Angkatan 2005. (Ditulis dalam rangka Seminar Marketing in Turbulent Times: Discovering Opportunities in a Recession with Chaotic Management System)

http://blog.beswandjarum.com/hardianprabowo/?tag=marketing-people

Tidak ada komentar:

Posting Komentar