Amien Rais: Pemerintah gagal penuhi fungsi pelayanan publik
MEDAN, MINGGU - Pemerintah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai gagal memenuhi kewajibannya sebagai pelayan publik. Menurut mantan Ketua MPR Amien Rais, melambungnya harga kebutuhan pokok, antrean rakyat membe li minyak tanah hingga pemadaman listrik bergilir menjadi bukti paling sahih kegagalan tersebut.Amien juga menyinggung koleganya sesama kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo. Mantan Ketua Umum DPP PAN ini mengungkapkan, di saat pengangguran terjadi di mana-mana dan ibu-ibu rumah tangga kesulitan menjangkau harga kebutuhan pokok, ternyata korupsi justru terjadi di pusat pemerintahan.
Korupsi terbesar justru terjadi pusat pemerintahan itu sendiri. Itulah kenyataan di negara kita, sehingga saya mengajak di tahun 2009 nanti, rakyat Indonesia jangan salah pilih pemimpin lagi, ujar Amien saat memberikan taushiyah usai pelantikan pengurus DPC PAN Medan, di Lapangan Banteng Medan, Minggu (9/3).
Amien mengibaratkan kondisi Indonesia sekarang ini tak jauh berbeda dengan kondisi 40 tahun lalu. Sekarang ini kondisinya seperti 40 tahun lalu, jalan-jalan banyak yang rusak, antrean minyak tanah dimana-mana, listrik juga sering padam, katanya.
Menurut dia, jalan keluar dari kondisi keterpurukan sekarang ini adalah kebersamaan di antara semua elemeng Bangsa Indonesia. Saya mengajak tokoh-tokoh parpol, organisasi masyarakat dan kekuatan lintas politik lainnya untuk menyamakan persepsi membangun Bangsa Indonesia ini, katanya.
PAN sebagai salah satu kekuatan politik di negara ini lanjut Amien memiliki tugas yang sangat berat jika ingin menuntaskan persoalan bangsa sekarang ini. Tugas PAN tiga kali lebih berat dibanding pada awal masa reformasi, karena pemerintahan kita sekarang ini sudah kacau balau. Padahal pemerintah punya amanat yang sangat berat melayani masyarakat, tapi lihatlah kondisi sekarang ini, ujar Amien setengah bertanya.
Terkait target Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir yang mencanangkan partainya meraup 100 kursi di DPR pada pemilu legislatif 2009 nanti, Amien mengatakan, meraih 99 kursi pun sudah sangat bagus. Kalau mau target 100 kursi di DPR, PAN harus lebih besar dibanding sekarang ini, kata Amien di hadapan ribuan massa PAN.
Panitia arogan
Sayangnya acara pelantikan DPC PAN Kota Medan yang juga sedikit diselingi pengenalan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang diusung PAN (Abdul Wahab Dalimunthe-Muhammad Syafii) ternodai oleh arogansi sikap panitia. Mereka mendorong-dorong wartawan yang coba mengambil foto Amien, hingga terjatuh. Panitia yang sebagian mengenakan seragam perkumpulan pencak silat dan seragam PAM juga menghalang-halangi wartawan mewawancarai mantan Ketua PP Muhammadiyah ini. Amien pun melenggang tanpa ada wawancara seusai memberi taushiyah.
Ketua DPC PAN Medan Ahmad Arif sempat menenangkan wartawan dengan mengatakan, kesempatan wawancara dilakukan malam hari di hotel. Namun wartawan yang keburu kecewa langsung menyatakan akan memboikot acara. Kalau arogan seperti ini ngapain juga kami datangi acara kalian, ujar Romulo Sinaga, salah seorang wartawan. (BIL)
http://www.matabumi.com/news/amien-rais/amien-rais:-pemerintah-gagal-penuhi-fungsi-pelayanan-publik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar